Streaming Film 3 Alif Lam Mim Full

Nonton Streaming Film 3 Alif Lam Mim, Nonton Online Film 3 Alif Lam Mim, Download Full Film 3 Alif Lam Mim, Film 3 Alif Lam Mim tanpa potongan, Film 3 Alif Lam Mim tanpa sensor, watch movie 3 Alif Lam Mim youtube, kelanjutan film alif lam mim.
Berlatar belakang cerita di tahun 2036, film 3 (Alif Lam Mim) mengisahkan kehidupan sosial di Indonesia yang telah berubah, baik dari segi pemerintahan maupun kehidupan beragama. Ini menjadi film dystopian pertama tanah air yang menggambarkan Jakarta 20 tahun mendatang.

Sederet bintang turut terlibat di film ini. Di antaranya Cornelio Sunny, Agus Kuncoro, Abimana Aryastya, Prisia Nasution, Tika Bravani, Donny Alamsyah, Arswendy Nasution, dan Cecep Arif Rahman dan Vendi Solaiman. Film 3 (Alif Lam Mim) sendiri dijadwalkan tayang di bioskop tanah air pada 1 Oktober 2015.

Tentu Tidak mudah bagi sutradara Anggy Umbara untuk mengejawantahkan idenya menjadi sebuah karya berjudul 3 (Alif Lam Mim). Terlebih untuk film dystopian. Suka duka selama penggarapan menjadi cerita lucu ketika ide itu siap dinikmati oleh penikmat film di tanah air.


5 fakta menarik di balik layar film 3 (Alif Lam Mim) berikut ini.

1. Dari Mimpi Kembali ke Mimpi

Ide cerita menjadi modal awal membuat sebuah film. Dengan kata lain, ide bisa juga disebut sebagai pondasi untuk menopang berbagai komponen lain seperti pelakon, teknologi yang dipakai, dan sebagainya. Seperti halnya film 3 (Alif Lam Mim) arahan sutradara Anggy Umbara. Diakuinya, ide cerita ini datang dari sebuah mimpi.

"Alif Lam Mim itu saya dapat waktu saya mimpi. Saya sering mimpi. Salah satunya itu dan saya tulis. Kalau artinya sebenarnya itu multi tafsir. Terserah interpretasi orang-orang yang melihat," ungkap Anggy Umbara saat jumpa pers di XXI Epicentrum, Jakarta Selatan, Senin (28/9/2015).

Namun dia punya pendapat sendiri tentang Alif Lam Mim yang disimbolkan dengan angka 3. "Alif itu kan lurus, saya suka menggambarkan sebagai api. Lam itu kayak udara. Mim itu itu kan ke bawah seperti air. Jadi saya gambarkan seperti avatar," jelas Anggy.

Ketiga kata itu memang mengingatkan kita pada ayat di dalam Alquran. Tak heran jika unsur agam terasa begitu kental di film ini. "Kalau mau dihubungkan ke agama ya silahkan. Kalau enggak pun enggak apa-apa. Persepektif masing-masih saja," katanya.

Dari mimpi kembali ke mimpi. Begitu yang bisa menggambarkan film 3 (Alif Lam Mim) ini. Kemunculan Rio Dewanto di akhir cerita mengisyaratkan akan ada lagi kelanjutan dari film itu. Namun semua tergantung pada mimpi yang muncul di tidur Anggy.

"Film ini kan dari mimpi. Kalau pun ada sekuelnya ya tunggu mimpi dulu. Lihat saja nantilah, seiring waktu berjalan," ucap Anggy Umbara.

2. Proses Panjang

Cukup lama proses perjalanan film 3 (Alif Lam Mim) hingga akhirnya dapat dinikmati oleh masyarakat pada 1 Oktober 2015 nanti.
Pasalnya, Arie Untung selaku produser sempat kebingungan membawa ide cerita film bergenre drama action ini. Terutama dalam soal pendanaan yang tentu memakan banyak biaya.

"Waktu ada ide sama Anggy enggak tahu mau kerjasama sama siapa. Karena kalau ada yang mau kerjasama harus all out, ini enggak main-main. Karena biasanya tema-temanya biasa. Kita ketemu sama pak Ram, alhamdulillah dia memberi kesempatan luar biasa sama kita. Akhirnya pekerjaan dari 2 tahun lalu bisa berada di sini," ungkap Arie Untung di XXI Epicentrum, Jakarta Selatan, Senin (28/9/2015).

Sejak setahun lalu Film 3 memulai proses produksi. Dari mulai pemilihan pemain hingga produksi dikejar dengan cukup cepat. Paling tidak untuk sekelas film drama action dengan setting dystopian, waktu 1,5 tahun terbilang kilat.

"Mulai proses syuting tahun lalu. Kita open casting dan memutuskan Sunny sebagai peran Alif. Script 6 bulan dari April sampai November, prepare 3 bulan, whorkshop 2 bulan. Terus syuting 26 hari. CGI cuma dua bulan. Secara timing agak ribet. Kita kebut 2 bulan. Semua sekitar 1,5 tahun. CGI semua yang garap orang Indonesia," jelas Anggy.

Keterlibatan Cecep Arif Rahman di film ini terbilang sangat penting. Dia merupakan 'dalang' dari seni beladiri yang dihadirkan di film ini. Jika ditonton, sedikit banyaknya film ini mengingatkan kita pada The Raid. Hanya saja, drama yang diusung film 3 terasa lebih kental. "Koreografernya Cecep Arif Rahman dan ada beberapa teman juga yang lain," pungkas Anggy Umbara.

3. Sutradara Anggy Umbara Sakit Saat Syuting

Peran sutradara sangat penting dalam pembuatan sebuah film. Setidaknya Arie Untung, produser film 3 (Alif Lam Mim)
mengaku hal itu. Arie mengaku stress saat mendapati sutradara Anggy Umbara jatuh sakit. Pasalnya, kondisi itu akan berimbas pada membengkaknya budget produksi.

"Film ini pertama kali di luar dari komedi. Cukup mengejutkan ya. Ada stress juga, apalagi Anggy sempat sakit juga, syuting ditunda, jadinya pikirikan budget juga kan," ungkap Arie Untung di XXI Epicentrum, Jakarta Selatan, Senin (28/9/2015).

Anggy menjelaskan, kondisi itu bermula saat dirinya mencontohkan sebuah adegan faighting kepada pemain. Akibatnya, dia harus merasakan juga rasanya cedera saat menggarap film laga. Diaku Anggy, kondisi itu menjadi ujian terberat selama proses syuting.

"Saya harus mecontohkan semua adegan fighting ke mereka. Suatu saat saya ajarkan, terus saya cedera. Jadi sekitar 10 hari saya suyting dari atas ambulance," ungkap Anggy.

Hasilnya pun sangat memuaskan. Adegan laga yang disuguhkan dalam film 3 (Alif Lam Mim) sangat memukau dan sanggup membuat decak kagum penonton. Semisal saat tokok Mim berduel dengan guru beladirinya sendiri.

4. Adegan Tersulit

Kesulitan bukan hanya milik Anggy Umbara selaku sutradara film 3 (Alif Lam Mim). Para pemain seperti Agus Kuncoro, Tika Bravani, Abimana Aryastya ataupu Cornelio Sunny, Donny Alamsyah pun mengalaminya selama syuting film drama action ini. Sepandai-pandainya tupai melompat pasti akan jatuh juga, begitu kata pepatah bilang.

Berperan menjadi Alif, aparat negara yang bertekad membasmi kejahatan, Cornelio dituntuk menjaga staminanya. Sebab ada satu adegan di mana Lio, sapaan akrabnya, harus melakukan fighting dengan memakai seragam seberat 7 kilogram. Dan itu diambil dengan teknik one shoot.

"Saya pakai baju tentara itu beratnya 7 kilo, dan itu one shoot. Makanya setiap break saya butuh oksigen," ujarnya. Senada, Donny Alamsyah pun merasakan hal sama. "Sama sih, harus fighting pakai seragam itu," tambah Donny.

Jika Cornelio dan Donny keberatan memakai seragam, lain halnya dengan Agus Kuncoro. Pemeran tokoh Mim ini justru kesulitan menghadapi pribadi sutradara yang dingin. "Dia mukanya dingin. Jadi kalau minta ulang adegan itu, 'oke bagus, sekali lagi'. Tapi mukanya tetap datar. Sampai 38 kali take masih tetap saja begitu," aku Agus.

Sedangkan Tika Bravani punya tantangan lain bermain di film ini. Meski juga dituntut adegan fighting, justru adegan drama yang dilakoni diakuinya tak kalah menantang. Apalagi dia mendapat jatah dialog yang cukup panjang.

"Ternyata capek juga. Ada drama juga yang menurut saya kalimatnya panjang. Aku harus bikin orang yang nonton mengerti apa yang saya ucapkan. Itu jadi tantangan," tandas Tika.

5. Bikin Sineas Dunia Melongo

Kemunculan film 3 (Alif Lam Mim) menjadi bukti kemampuan sineas Indonesia tidak bisa dipandang sebelah mata. Buktinya, film ini sanggup membuat sineas asing melongo mengetahui penggarapannya yang sangat kilat. Diakui Anggy, saat itu film 3 sedang ikut di festival Balinale.

"Salah satu respon yang gue inget dari Dona. Dia itu kerja di Universal Studio dan sudah banyak garap film deh. Saya bilang budget cuma segini dan syuting cuma 26 hari. Di kaget sampai-sampai mau pingsan di bangku. Menurut dia enggak mungkin," ungkap Anggy Umbara di XXI Epicentrum, Jakarta Selatan, Senin (28/9/2015).

Respon positif pun diberikan kepada film arahan sutradara Anggy ini. Padahal keikutsertaan film 3 di festival itu terkesan terburu-buru. Karena, proses editing film tersebut baru rampung hanya beberapa jam dari jadwal pemutarannya.

"Film ini 50 persen yang tonton bukan orang Indonesia, melainkan panitia ke 26 negara. Deg-degan sih. Waktu di sana film itu baru mateng jam 3 pagi dan langsung dibawa ke Bali," tutur Arie Untung, produser film 3.

Arie dan Anggy pun belum memutuskan apakah karyanya akan ikut dalam festival film asing. Adapun banyaknya penggunaan bahasa Inggris di film ini hanya untuk menyingkronkan konsep dari kondisi Jakarta 20 tahun mendatang.

"Ceritanya kan 20 tahun ke depan. Makanya memacu bahasa internasional. Itu sih konsepnya. Kalau festival belum spesifik. Tapi sudah ada pembicaran ke situ," tandas Anggy Umbara.

sumber: http://www.bintang.com/film/read/2328724/5-fakta-menarik-dibalik-pembuatan-film-3

-------------------------

Review Film Alim Lam Mim (3)Dakwah Anggy Umbara Melalui Film Alif Lam Mim

Jika merujuk pada Al-Qur’an Alif Lam Mim merupakan satu diantara 14 huruf yang dinamakan dengan istilah “Huruf Muqaththa’ah”, ada 29 surat didalam Al-Qur’an yang diawali dengan huruf muqaththa’ah. Adapun Alif Lam Mim sendiri di dalam Al-Qur’an di ulang sebanyak 6 kali dengan menempati 6 surat yang berbeda-beda, 4 terdapat di dalam surat yang termasuk kategori surat makiyyah (yang diturunkan di Makkah) yaitu surat Al-Ankabut, Ar-Rum, Luqman, dan As-Sajdah, sedangkan 2 sisanya terdapat di dalam surat yang termasuk kategori surat madaniyyah (yang diturunkan di Madinah) yaitu Al-Baqarah dan Ali Imran.

Lalu bagaimana dengan film Alif Lam Mim (3) karya Anggy Umbara?

Sebelum film ini secara resmi dirilis serentak di seluruh bioskop Indonesia pada 01 Oktober 2015 lalu, khususnya setelah trailer film ini dilaunching saya mencoba memperhatikan beberapa komentar baik dari media sosial maupun mendengar sendiri secara langsung, ternyata masih banyak orang yang beranggapan film Alif Lam Mim tidak akan jauh beda layaknya film The Raid Gareth Evans yang mengusung Silat sebagai background filmnya, bahkan lucunya ketika saya nonton film Alim Lam Mim di Bioskop persis orang disebelah saya bicara pada kawannya film ini seperti filmnya Barry Prima. Namun semestinya setelah kita selesai menonton film Alim Lam Mim semua pandangan yang saya sebutkan tadi secara otomatis akan berubah.

Walaupun sama-sama mengusung Silat sebagai latar belakang dari filmnya, saya kira The Raid dan Alif Lam Mim jelas sangat jauh berbeda. The Raid yang murni sebagai film Action, sedangkan Alif Lam Mim merupakan mix 3 genre (action, drama, dan religi), dengan umbara bersaudara yaitu Anggy Umbara, Bounty Umbara dan Fajar Umbara sebagai penulis naskah skenarionya (the real 3). Silat dalam film Alif Lam Mim selain digambarkan sebagai budaya bangsa juga menunjukkan suatu identitas religius, santri dan silat (pesantren dan silat) dua perpaduan yang menjadi bagian panjang sejarah bangsa Indonesia.

Jika kita menengok sejarah sebut saja nama Tuanku Imam Bonjol dan Pangeran Ontowiryo atau Pangeran Diponegoro, keduanya melibatkan santri dan kemampuan beladiri (silat) dalam perjuangannya melawan para penjajah, Tuanku Imam Bonjol yang terkenal dengan perang Padrinya di Sumatera Barat dan Pangeran Diponegoro dengan perang Jawanya. Bahkan banyak juga aliran silat yang lahir dan besar dilingkungan Pesantren.

Berangkat dari uraian di atas kiranya itulah yang akan menjadi fokus tulisan saya disini, lebih ingin mengupas apa saja kandungan nilai-nilai dakwah yang di sampaikan oleh Anggy Umbara melalui film Alif Lam Mim, dimana menurut saya Anggy dan Tim dibelakangnya telah berhasil menciptakan tren dakwah yang lain dari biasanya (baca: diluar mainstream), terlepas dari kekurangan dan kelebihan cara berdakwahnya ini saya secara pribadi sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh Anggy Umbara bahkan sejak filmnya yang pertama (mama cake).

Film Ali Lam Mim (3) bercerita tentang pesahabatan Alif, Herlam dan Mimbo yang tumbuh besar dan menempa latihan silat bersama dilingkungan pesantren Al-Ikhlas pimpinan Kyai Mukhlis. Ketiga memiliki cita-cita yang berbeda, Alif ingin menjadi aparat penegak hukum mengabdi pada Negara menangkap semua penjahat dan pembunuh hal ini dilatar belangkangi oleh kejadian pembunuhan terhadap kedua orang tuanya, Herlam ingin menjadi Jurnalis agar dengan tulisan-tulisannya dia bisa menyampaikan kebenaran sedangkan Mimbo ingin tetap mengabdi dipesantren menyebarkan kebaikan melalui agama dan mati khusnul khatimah.

Setelah beberapa lama akhirnya Alif Lam dan Mim masing-masing dapat mewujudkan cita-citanya, Alif menjadi penegak hukum dan tergabung dalam pasukan elit Detasemen 38 : 80-83, Lam menjadi Jurnalis di Libernesia dan Mim menjadi ustadz di Pondok Pesantren Al-Ikhlas. Ada kesamaan dari ketiganya walaupun mereka berbeda profesi, mereka sama-sama menjunjung tinggi nilai idealisme dan saya kira Anggy selaku sutradara bermaksud menyandarkan idealisme itu pada nilai-nilai Islam sebagaimana yang saya bahas sebelumnya Alif Lam dan Mim tumbuh bersama di Pesantren, ini akan terbukti jika kita sudah menyaksikan filmnya.

Film Alif Lam Min sendiri bersetting Jakarta pada tahun 2036, tercatat sebagai film laga futuristik pertama di Indonesia. Sebagai orang yang awam akan bidang sinematografi , menurut saya usaha Anggy Umbara dalam menvisualkan imaginasinya tentang kondisi Jakarta pada tahun 2036 cukup mumpuni dan menarik perhatian, terlebih tentang gambaran Gadget dan teknologi yang digunakan oleh para pemainnya.

Pada tahun 2036 diceritakan Indonesia telah ada dalam kondisi damai, setelah sebelumnya terjadi rentetan peristiwa dan kekacauan yang ditimbulkan oleh kelompok radikal sorban merah dan sorban hitam hingga peristiwa pembumihangusan kelompok radikal tersebut oleh aparat penegak hukum, sampai akhirnya revolusi berakhir pada tahun 2026, pihak yang saling bertentangan akhirnya mencapai kesepakatan. Aparat Negara hanya diizinkan menggunakan peluru karet dalam memberantas kriminalitas dan pada saat inilah kemampuan beladiri dibutuhkan, para penegak hukum dan penjahat mempelajari seni ini untuk bertahan hidup.

Yang menarik dalam film Alif Lam Mim digambarkan pada tahun 2036, negara dan masyarakat kebanyakan telah menganut faham liberalisme. Agama mulai ditinggalkan dan dianggap kuno, agama dianggap memicu kekerasan dan menghalangi kebebasan, bahkan ritual ibadah seperti sholat menjadi bahan olok-olok, Islam yang tadinya mayoritas menjadi minoritas.

Jika dalam film pertamanya (Mama Cake) Anggy Umbara berdakwah tanpa banyak menonjolkan atribut keagamaan, dalam wawancaranya di salah satu media ketika membahas mengenai film “Mama Cake” Anggy sendiri mengatakan “film religi tidak harus melulu mengenai atribut”. Namun berbeda dengan film Mama Cake, menurut pandangan saya dalam film Alif Lam Mim Anggy sangat menonjolkan Atribut keagamaan bahkan menjadikan Islam menjadi subjek pembahasan dalam content filmnya.

Detasemen 38 : 80-83 adalah tempat Alif bernaung sebagai pasukan elit dibawah pimpinan Kolonel Mason. Ya Detasemen 38 : 80-83 adakah yang aneh dengan angka tersebut mengapa harus 38 : 80-83? Sebagai ciri khas dari setiap film Anggy yang selalu menyisipkan angka-angka dengan maksud dan tujuan tertentu. saya kira inilah rahasianya, angka 38 : 80-83 merujuk pada surat ke 38 dalam al-Qur’an yaitu surat Shad ayat 80-83. “Allah berfirman: Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh, sampai kepada hari yang telah ditentukan harinya (hari kiamat), Iblis menjawab: Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis diantara mereka”. (QS 38 : 80-83).

Empat ayat al-Qur’an dalam surat Shad tersebut menerangkan tentang dialog Iblis dengan Allah SWT, agar mereka dihidupkan hingga hari kiamat dengan tujuan untuk menyesatkan anak keturunan Adam yang pada gilirannya menemani iblis di neraka jahanam. Ini sesuai dengan sebuah adegan yang tanpa diduga dimana ketika Alif diracuni di sebuah restoran, muncul tokoh misterius yang diperankan oleh Tanta Ginting dan ternyata dia adalah orang yang ada dibalik setiap keputusan yang diambil oleh Kolonel Mason. Dalam salah satu dialognya dia berkata pada Alif “Pasti kamu berpendapat kami ini Iblis Lif, membuat perang dan kekacauan membunuhi semua orang. Kami memang Iblis Lif, kehadiran kami ini diperlukan karena hal buruk itu perlu untuk menciptaksebetulan kebaikan, kamilah yang mengendalikan”

merekalah yang menciptakan kekacauan dan mereka jugalah yang muncul sebagai penyelesainya itulah Detasemen 38 : 80-83 dalam film Alif Lam Mim, mungkin berdasarkan surat shad ayat 80-83 itu jugalah tokoh pimpinan pesantren Al-Ikhlas yang ahli dalam bidang botani dan kedokteran oleh Anggy diberi nama Kyai Mukhlis, pesantren Al-Ikhlas pimpinan Kyia Mukhlis telah berhasil mewujudkan lingkungan yang Rahmatan lil alamin dimana di lingkungan pesantren tersebut semua mazhab berkumpul hidup berdampingan dengan mengedepankan toleransi. Oleh karena itulah akhirnya sebuah konspirasi diciptakan oleh Detasemen 38 : 80-83 untuk menjadikan Kyai Mukhlis sebagai tersangka teroris.

Dalam film ini jika diperhatikan banyak sekali unsur ajaran Islam yang disisipkan oleh Anggy dalam setiap adegannya, namun berkat kelihaian Anggy dalam mengemasnya film ini jauh dari kesan menceramahi atau bahkan mendakwahi. Misalnya kata salam yang menjadi ciri khas orang Islam “Assalamualikum” sepanjang film ini akan banyak kita temui, dan masih banyak lagi ajaran Islam serta dialog-dialog cerdas berkualitas yang kental akan kritik sosial ciri khas Umbara bersaudara kita temui dalam film ini jika kita sudah menyaksikannya. Menarik untuk kita renungi ketika Anggy menutup film ini dengan sebuah Hadits, “Islam muncul dalam keadaan asing, dan ia akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang terasingkan itu”. Pada akhirnya saya dapat kesimpulan bahwa film Alif Lam Mim karya Anggay Umbara ini merupakan pengejewantahan dari Al-Qur’an surat Ali-Imran ayat 54, “Mereka orang-orang Kafir itu membuat makar, dan Allah membalas makar mereka. Dan Allah lah sebaik-baiknya pembuat makar”. Dan surat At-Tariq ayat 15 & 16, “Sesungguhnya orang kafir itu merencanakan tipu daya yang jahat dengan sebenar-benarnya. Dan Aku pun merencanakan tipu daya pula dengan sebenar-benarnya”. Wallahu A’lam By, Maheso Jenar

Sumber : http://www.kompasiana.com/mahesojenar12/review-film-alim-lam-mim-3-dakwah-anggy-umbara-melalui-film-alif-lam-mim_561aa83f357b61370d8b4569

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Streaming Film 3 Alif Lam Mim Full"

Post a Comment