Film Tausyiah Cinta

Film Tausiyah Cinta sudah 2 tahun ini ditunggu-tunggu oleh para penikmat film Indonesia. Film ber genre religi yang diproduksi oleh Bedasinema Pictures ini akhirnya tayang di bioskop.

Film Tausiyah Cinta merupakan film Indonesia yang sutradarai oleh Humar Hadi, sementara naskah cerita ditulis oleh Umank Ady, Yuli Retno Winarsih, Maryah El Qibthiyah dan Nadia Silvarani. Film TAUSIYAH CINTA digarap oleh rumah produksi BedaSinema Pictures.

Dikutip dari situs bedasinema.com disebutkan pemilihan pemain dalam film ini cukup selektif yang diharapkan karakter religius para pemain sejalan dengan film tersebut.

"Menjadi sebuah tuntutan bagi semua yang tergabung dalam Tausiyah Cinta The Movie ini untuk menjaga diri tak hanya di film saja. Oleh karena itu, kami sangat berhati-hati dalam memilih pemain untuk film ini, jangan sampai sesudah selesai film balik lagi ke kehidupan biasa, pacaran lagi, khalwat lagi, dan lain sebagainya, In syaa Allah tidak,"tulis dalam salah satu artikel Film kita dakwah kita.

"Terlepas dari judulnya ‘Tausiyah Cinta’, film ini bukan tentang roman picisan, jodoh-jodohan, apalagi khalwat-khalwatan. Tapi kami mengangkat arti cinta itu sendiri sebagai hubungan vertikal antara seorang hamba dengan Tuhannya. Romantisme seorang sahabat yang saling ingat-mengingatkan pada Allah. Saling menunjukkan jalan saat tersesat. Saling tegur saat melenceng. Saling memperbaiki diri dan merangkul pada kebaikan," lanjut artikel tersebut menjelaskan.

Sinopsis Film Tausyiah Cinta

Kebencian Lefan (Rendy Herpy) pada ayahnya menguak sebuah perjalanan batinnya yang kering. Jiwanya kosong. Ia harus kehilangan ibu yang terdzolimi oleh ayahnya sendiri. Ia berjuang membuktikan pada ayahnya bagaimana caranya memuliakan perempuan.

Lefan mengalami katarsis (berkali-kali merasakan pergulatan batin), layaknya seorang yang kehausan di padang pasir. Ia tahu bahwa ia haus, tetapi terus menemui jalan buntu untuk mencari jalan yang lebih baik.

Sampai akhirnya Ia bertemu seorang pemuda bernama Azka (Hamas Syahid Izzuddin), sosok arsitek sholeh, tampan, dan hafidz Qur’an. Diamnya menyejukkan.

Azka adalah sosok yang nyaris sempurna. Lefan menemukan kharisma dan apa yang tidak ia dapatkan dari sosok ayahnya. Lefan kenal dengan Azka dalam satu project . Persahabatan pun dimulai.

Lefan dan Azka sama-sama dibesarkan dalam keluarga islam yang taat namun Lefan sungguh berbanding terbalik dengan Azka.

Lefan terus mencari jawaban pergulatan-pergulatan batin yang dialaminya kepada Azka. Pertanyaan-pertanyaan kritis dari Lefan terus menyerang Azka satu demi satu.

Tak hanya menjadi arsitek pembangun gedung, Azka terus belajar menjadi arsitek pembangun iman untuk dirinya dan lingkungannya.

Project di kantor mempertemukan dua pemuda tampan ini dengan Rein (Ressa Rere), gadis cantik yang juga hafal qur’an, senang memanah dan lincah membuat gambar siluet. Rein bekerja freelance di perusahaan iklan.

Waktu berjalan efektif, persahabatan Azka dan Lefan makin sinergis. Sesuatu hal terjadi.

Lefan merasakan konflik batin, ia kehilangan.

Lefan mendapatkan sesuatu pada diri Rein yang tidak ada pada diri almarhumah kakaknya, Elfa (Hidayatur Rahmi). Ternyata, ada sosok sholehah yang membuat hati Lefan merasakan sesuatu yang menyentuh.

Ada sebuah keputusan yang tidak wajar yang membuat Lefan makin terpukul. Keputusan apakah itu?

Lefan meneteskan air mata…

Puisi Tausiyah Cinta yang ditulisnya sebagai bukti proses ikhtiar pencarian untuk dekat pada-Nya.

Source:
Nonton Streaming Film Tausyiah Cinta, Nonton Online Film Tausyiah Cinta, Download Full Film Tausyiah Cinta, Film Tausyiah Cinta tanpa potongan, Film Tausyiah Cinta tanpa sensor, watch movie Tausyiah Cinta, pemain Film Tausyiah Cinta, karakter Film Tausyiah Cinta, profil pemain Film Tausyiah Cinta, jadwal bioskop Film Tausyiah Cinta.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Film Tausyiah Cinta"

Post a Comment