Fenomena Nun Di Langit ke 23 Ramadhan

Subhanallah, Ramadhan menyisakan ribuan hikmah yang luar biasa bagi hambanya. Tepat pada jam 02.30, اَللّهُ memberikan kesempatan kepada saya untuk menatap langit dini hari di 23 Ramadhan tahun ini.

Saat itu saya hendak menuju daerah bintaro untuk sahur bersama pemulung yang diselenggarakan oleh subuh.net.

Saat menginjakkan kaki keluar, istri saya yang sudah keluar duluan memanggil saya dan menyuruh saya menghadap langit.

"Bah, lihat di langit ada bulan sabit diatasnya ada bintang,"ujar istri saya.

Subhanallah, Takjub diri ini ketika melihat bulan dan bintang. Fenomena ini baru kali ini saya lihat. Merinding diri ini dan mata ini tak bisa lepas sama sekali menatap langit. Sungguh disaat perjalanan menuju lokasi, sesekali mata ini melihat ke atas langit dan terus berfikir apa yang sedang اَللّهُ isyaratkan pada umatnya.

Saya terus berfikir dan kembali menginggat ilmu yang pernah diajarkan oleh guru-guru saya. Terus saya putar otak ini.

Saya melihat bahwa bulan sabit dan bintang bukanlah suatu yang kebetulan tetapi saya melihat ini adalah pesan اَللّهُ.

Ayat-ayat اَللّهُ Qauniyah (Al-Qur’an) dan Kauliyah (Alam),

Saya melihat ini adalah pesan اَللّهُ, dimana saya meyakini bahwa setiap orang akan melihat pesan ini pada masing-masing orang akan berbeda melihatnya dan menerjemahkan. Termasuk saya berbeda melihat fenomena ini.

Saya langsung teringat dengan kajian yang saya pelajari tentang ayat-ayat mutasyabihat.

Saya melihat ini seperti lantunan sebuah huruf yang disebut huruf nun. Huruf nun ini dalam kaidah alquran adalah termasuk ayat-ayat mutasyabihat dan hanya orang-orang ulul albablah yang bisa menterjemahkannya.

Saya merujuk kembali pada pelajaran-pelajaran yang saya pelajari.

Ini adalah satu-satunya huruf nun yang disebutkan dalam Al-Qur’an.

Nun, wal qalam wama yasturun.

Disamping itu, Saya kembali teringat, hari ini adalah bulan Ramadhan dan pada hari ke 23.

Dimana Kalau kita mengikuti hadist rasul dan pandangan imam syafii maka malam lailatul qadar itu ada pada malam ganjil, terlepas dari kita memahaminya.

Saya melihat, ini sebuah penyatuan antara pandangan syafii, hanafi dan maliki.

Pertama yang saya lihat adalah bagaimana Rasulullah SAW menerima firman pertama pada bulan Ramadhan dan ditentukan qadarnya artinya dalam menurunkan alquran itu adalah satu kemuliaan diturunkan Alquran yang menjadi penyempurna.

Kaitan dengan bulan sabit dan bintang diatasnya bahwa اَللّهُ telah berkomunikasi dengan hamba-hambanya seperti huruf nun.

Saya melihat bahwa diutusnya Rasullullah SAW adalah untuk maka Rahmatan Lil Alamin dan untuk semua manusia.

Saya melihat ini dengan kalimat Ar Rahman.

Saya mencoba menterjemahkan nun dimulai dengan Ar Rahman.

Pengasih, maka اَللّهُ telah menurunkan kasih sayangnya malam itu.

Ar Rahman kalau kita telusuri terdiri dari 3 pecahan ayat-ayat mutasyabihat

Pecahan adalah Alif Lam Ra, Ha Mim dan Nun.

1. Alif Lam Ra didalam Alquran disebutkan 5 kali
2. Ha mim disebutkan اَللّهُ sebanyak 7 kali
3. Nun اَللّهُ sebutkan satu kali dalam QS Al-Qalam ayat 68.

Mengejutkan saya dari sini bahwa Alif Lam Ra 5, Ham Mim 7 dan Nun 1, kalau kita gabungkan jadi 571

1. 571 Siapa yang dilahirkan pada tahun 571 M itu Muhammad.Artinya Ar Rahman dilahirkan pada saat itu,Rahmatan lil alamin, seorang yang diutus, rahmat bagi seluruh alam.
Ar Rahman ini juga menjadi salah satu surat dalam alquran yaitu surat yang ke 55 yang juga merupakan lambang kunci pintu Kabah juga, Ar Rahman.

2. Jika kita tambahkan 5 + 7 + 1 maka akan berjumlah 13. Maka jika kita kembali pada QS Ar Rahman ayat 13 mengatakan Fabiaala irabikuma tukaziban ,(maka rahmat tuhanmu yang mana lagi yang kamu dustakan)

Jadi dengan kelahiran Muhammad tidak ada yang bisa mendustakan kebenaran ini.

Maka jangan aneh kalau kita lihat di gedung-gedung tinggi di seluruh dunia tersebut tidak ada gedung berlantai 13.

Karena orang yahudi mengetahui bahwa sangat takut dengan kalimat itu. Kalau kita gunakan ayat 13 itu, mereka ditegur tentang keberadaan Muhammad.

Mereka takut dengan ayat tersebut, mereka ditegur dengan mendustakan kelahiran Muhammad.

Inilah yang mengejutkan bagi saya, maka Kalau kita berfikiran bahwa malam Lailatul Qadar ada pada malam ganjil saya yakin pada malam itu adalah malam Lailatul qadar.

Disisi lain, siapapun bisa mengalami lailatul qadar, artinya apa bagi hamba-hamba yang memahami ayat2 Alquran, dan mengamalkan alquran dalam hati kita itu juga nuzulul quran.

Dua pemahaman tentang Lailatul Qadar;

Secara Fisik dan keilmuawan

Allah melakukan komunikasi dengan umatnya,
Nun, pada ayat pertama اَللّهُ menginggatkan kita tentang membuat akad perjanjian dengan menuliskan sesuatu.

Ayat kedua menginggatkan bahwa Nabi Muhammad itu bukan gila.

Rasulullah

Kenapa Muhammad dianggap gila karena mempunyai visi yang luar biasa.

Bayangkan Rasulullah mengatakan bahwa Di laut ada pertemuan antara air asin dan tawar dan akhirnya ditemukan oleh para ahli.

Allahu akbar, lanjutan ayat ketiganya اَللّهُ mengatakan sesungguhnya engkau pasti mendapat pahala yang besar dan tidak putus-putusnya.

Bukan ini menunjukkan khairi min alfi sharir (bulan terbaik).

Ini Isyarat dari اَللّهُ. Maka saya berfikir ini

Terhadap tugas yang di amanahkan kepada saya untuk menggelorakan Semangat untuk berwakaf.

Dimana masyarakat, umat islam harus segera berwakaf, Pahala yang terus mengalir saya menyerukan kepada seluruh umat islam.

Isyarat اَللّهُ, firman melaui ayat-ayat kauniyah di langit dengan pertemuan Bulan dan bintang yang mengisyaratkan tentang huruf nun.

Mari kita rebut keberkahan Ramadhan dengan mewakafkan harta terbaik kita pada hari Jumat bersama-sama di Masjid Agung Al-Azhar.

Alhamdulillah, sebelum beredar ini, sudah terhimpun 6 M wakaf dalam bentuk wakaf wasiat polis asuransi dan 1 ruko dan 1 apartemen.

Melalui tulisan ini, bila menerima pesan ini dan yakin akan kebenaran ini mari kita berbondong-bondong mewakafkan harta kita untuk membangun asset bisnis agar membela agama dan negeri ini.

Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, allahumma sholli alla muhammad waala ali muhammad.

Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar kami tunggu partisipasi umat islam di penghujung Ramadhan ini untuk mengorbankan harta terbaik yang dimiliki.

Semoga bermanfaat

Salam dari saya, Muhammad Rofiq Thoyib Lubis, Ketua Subuh.net dan Direktur Wakaf Produktif Al-Azhar.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Fenomena Nun Di Langit ke 23 Ramadhan"

Post a Comment