Profil Ayman al-Zawahri

Profil dan Biodata Ayman al-Zawahri

Ayman al-Zawahri lahir pada tahun 19 Juni 1951 di Mesir, Zawahri adalah anak dari seorang profesor ahli farmasi dan cucu dari Imam Besar Al-Azhar. Al-Zawahri lulus dari jurusan kedokteran universitas bergengsi di Mesir pada tahun 1974, dan sempat mengambil spesialisasi dokter bedah. Ia juga aktif dalam organisasi Ikhwanul Muslimin.

Ayahnya, Mohammed Rabie al-Zawahiri, adalah seorang profesor farmasi yang terkenal, sementara ibunya, Umayma Azzam, adalah seorang politisi. Kakeknya adalah seorang imam besar al-Azhar.

Sama seperti sosok Bin Ladin, sosok Al-Zawahri juga misterius, antara ada dan tiada. Keberadaan tokoh Al-Qaida berlatar belakang dokter dan ahli bedah itu, cuma diketahui dari beberapa kali kemunculannya dalam rekaman video, untuk menyampaikan ancaman terhadap AS dan sekutu-sekutunya.

Berdasarkan klaim AS, dua serangkai, Bin Ladin dan Al-Zawahri berhasil lolos ketika pasukan asing pimpinan AS menumbangkan pemerintahan Taliban pada tahun 2001, setelah peristiwa serangan 11 September. Bin Ladin yang asal Arab Saudi dan Al-Zawahri yang asal Mesir, bertemu di era 80-an di kota Peshawar untuk membantu para pejuang Afghanistan melawan penjajahan Soviet.

Di Mesir, Al-Zawahri pernah ditangkap bersama 301 orang anggota Jihad Islam Mesir yang dituduh terlibat dalam pembunuhan Presiden Mesir Anwar Sadat. Di pengadilan, ia tidak terbukti bersalah tapi tetap dijatuhi hukuman tiga tahun atas dakwaan kepemilikan pistol secara ilegal. Setelah bebas dari penjara, Al-Zawahri pergi ke Pakistan sebagai pekerja di organisasi palang merah Bulan Sabit Merah yang bertugas merawat para pejuang yang terluka dalam perang Afghanistan-Soviet.

Tahun 1993, ia mengambil alih kepemimpinan Jihad Islam Mesir dan mengkampanyekan berdirinya negara Islam yang puritan di Mesir. Tahun 1998, Al-Zawahri dituding terlibat dalam serangan bom ke keduataan besar AS di Kenya dan Tanzania. Tahun 1999, militer Mesir mengadili Al-Zawahri secara in-absensia.

Keluarga Al-Zawahri, istrinya bernama Azza dan tiga putrinya dilaporkan tewas dalam sebuah serangan bom di kota Kandahar, Afghanistan pada bulan Desember 2001.

Sejak AS mengumumkan tewasnya Bin Ladin hari Senin kemarin, Al-Zawahri belum muncul untuk memberikan pernyataan resmi. Seperti halnya Bin Ladin, AS juga meyakini bahwa orang nomor dua Al-Qaida itu bersembunyi di sekitar pegunungan di kawasan perbatasan Pakistan-Afghanistan.

Lalu apakah AS akan menjadi Ayman Al-Zawahri sebagai sosok baru teroris paling berbahaya untuk terus melanggengkan "perang melawan teror"nya ke negeri-negeri Muslim? Kita lihat saja apa skenario AS selanjutnya.

sumber: eramuslim.com

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Profil Ayman al-Zawahri"

Post a Comment