Tim Al Azhar Peduli Ummat Tundukkan Merapi Dengan Mobil Tua

WEDNESDAY, 10 NOVEMBER 2010 11:17
Tim Al Azhar Peduli kembali melakukan perjuangannya dan perngorbanannya untuk menolong para korban letusan Gunung Merapi. Sunaryo Adhiatmoko yang juga terlibat dalam Tim Al Azhar Peduli dalam laporannya kepada wartawan IRIB mengatakan, " Kami ditautkan oleh hati yang sama. Kemanusiaan adalah nilai-nilai yang mengikat kami" Dikatakannya pula, "Menolong yang lemah dan membantu yang menderita adalah panggilan jiwa."

Ketika menyinggung timnya, Sunaryo mengatakan, "Kami bukan organisasi besar yang menggunakan uang tak berseri. Bahkan, sebagian dari kami kerap merogoh kocek sendiri. Lerbih dari itu, perjuangan itu dilakukan dengan meninggalkan keluarga berhari-hari." Dikatakannya pula, "Kami tak punya posko terpisah melainkan melebur dengan denyut derita para korban. Kami menderita bersama di tengah para korban."

Lebih lanjut Sunaryo menjelaskan, "Saat kepundan merapi erupsi tiada henti, jerit ketakutan dan ancaman nyawa mendorong kami kembali melebur. Tim kami dari Klaten, Jawa Tengah bergabung dalam organisasi Fron Umat Islam (FUI) dan Yayasan Klaten Peduli Ummat (YKPU)."

Sunaryo juga menceritakan pengalamannya di lapangan, dan mengatakan, " Dengan mobil bak terbuka tua akrab dipanggil L Sapek milik seorang relawan pengusaha mebel, kami menjelajah lereng merapi. Kendaraan tua itu digunakan mengangkut para orang tua, anak-anak. Mobil tua itu pun dipaksa berpacu sekencang mungkin, agar wedhus gembel merapi tak menjilatnya." Dikatakannya, " Meski kendaraan tua, tapi L Sapek tahan banting. Mobil itu tidak hanya menolong para warga tapi juga mengangkut ternak untuk diselamatkan." Ketika menceritakan penyelamatan ternak, Sunaryo mengatakan, " Kami harus bergulat dengan sapi lereng Merapi yang galak. Kadang harus lari karena mau ditanduk, kerap juga terpelanting karena dibanting.

Menyinggung perkembangan terbaru di Merapi, Sunaryo menjelaskan, "Hari ini, Merapi tampak mulai terlelap. Kami dari kejauhan melihat bahwa Merapi mulai lelah. Suasana juga mulai tenang, Meski demikian, kami tetap tidak akan menelantarkan para pengungsi pasca letusan Merapi." Dikatakannya, "Kami sekarang memikirkan para pengungsi dan nasib rumah mereka yang tertutub abu vulkanik." Di penghujung pernyataannya, Sunaryo meminta kekuatan Allah dengan mengatakan, "Ya Allah, tulang kami sejujurnya mulai terasa ngilu, tapi semangat kami masih mendidih. Meski demikian, semangat kami lebih kuat dari gejolak perut merapi." (IRIB/AR)


sumber: http://indonesian.irib.ir

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Tim Al Azhar Peduli Ummat Tundukkan Merapi Dengan Mobil Tua"

Post a Comment