Sleman Masih Rawan Awan Panas dari Merapi

REPUBLIKA.CO.ID,YOGYAKARTA--Meski telah terjadi perubahan zona radius aman di beberapa daerah di lereng Gunung Merapi, namun Kabupaten Sleman dinyatakan masih rawan. Lantaran, secara kecenderungan, saat ini awan panas terus mengarah ke selatan dengan jangkauan maksimal mencapai 14-15 kilometer.

"Untuk Boyolali, Klaten, dan Magelang memang dikurangi radius amannya. Tapi Sleman belum karena awan panas itu memang hobinya 'piknik' ke Sleman,"  tutur Kepala Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana (PVMB), Surono, di gedung BPPTK Yogyakarta, Senin (15/11).

Surono menjelaskan, luncuran awan panas ke selatan karana pengaruh letak daerah tersebut lebih menentukan daripada sekadar arah mata angin. "Sekarang contohnya begini, jika misalnya anda naik mobil di turunan terus ada angin dari depan. Apa iya laju mobil jadi ke mundur ke belakang?, jadi itulah logikanya kenapa daerah Sleman masih rawan," paparnya.

Selain itu, dia mengingatkan, saat ini kondisinya lahar dingin telah memenuhi sungai-sungai di sekitaran lereng Merapi. "Tentunya, hal ini membahayakan jika warga yang bertempat tinggal di sekitaran sungai dan mengarah ke Kota," paparnya.

Terkait dipenuhinya sungai-sungai oleh kotoran pohon yang tumbang, pihak Kementrian Pekerjaan Umum (PU) akan membersihkan kotoran atau debris yang menghalangi aliran air.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Sleman Masih Rawan Awan Panas dari Merapi"

Post a Comment