Reviews Film Dalam Mihrab Cinta (DMC)

Dalam Mihrab Cinta merupakan novel keempat karya Habiburrahman El Shirazy yang diangkat ke layar lebar. Dalam fil yang baru saja menyelesaikan masa syutingnya selama 31 hari itu Kang Abik dipercaya menjadi sutradara, dengan supervisi Chaerul Umam. "Saya yakin Habib mampu menjadi sutradara. Saya melihat bakat tersebut ada pada dirinya. Apalagi dia sebelumnya sering menjadi sutradara teater, baik saat masih di Pesantren maupun ketika kuliah di Mesir. Selain itu, selama beberapa bulan dia pun mendampingi saya dalam menyutradarai film KCB 1 dan KCB 2," papar Chaerul Umam.

“Cerita dan konflik dalam novel DMC juga sangat kuat dan menarik. Itu yang membuat saya yakin, film DMC akan sukses. Apalagi film ini disutradarai langsung oleh penulisnya yang pasti tahu betul isi novel tersebut,” ujar Chaerul Umam mantap.

Habiburrahman El Shirazy menyebutkan, film DMC mengisahkan tentang seorang anak muda bernama Syamsul yang sebetulnya merupakan orang baik, namun karena dianggap dan dituduh sebagai pencuri, akhirnya dia benar-benar menjadi pencuri. Tapi dalam perjalanan waktu dan di tempat yang lain, ia dianggap sebagai orang baik, bahkan dipanggil ustadz. Akhirnya Syamsul yang tadinya berpura-pura sebagai orang baik, benar-benar menjadi orang yang baik.

“Pesan yang ingin disampaikan melalui film ini adalah janganlah kita berprasangka buruk kepada orang lain, terutama anak-anak muda. Sebab hal itu bisa menyebabkan orang yang sebetulnya baik, akhirnya malah menjadi tidak baik. Sebaliknya kalau masyarakat berprasangka baik kepada seseorang walaupun dia sebetulnya kurang baik, maka insya Allah ia akan terpanggil hatinya untuk menjadi orang yang betul-betul baik,” papar Kang Abik.

Film yang telah menjalani proses syuting mulai 22 September – 2 November 2010 di Jakarta, Kaliurang, Yogyakarta, Salatiga, Semarang, Kediri, dan Pekalongan ini dibintangi oleh bintang- bintang muda berbakat seperti Dude Harlino, Meyda Sefira, Asmirandah, Tsania Marwah dan Boy

Banyak hal-hal baru yang Kang Abik suguhkan di film ini. Selain ceritanya yang menampilkan sosok kelam sang tokoh utama, Syamsul Hadi, yang diperankan dengan apik oleh Dude Harlino. Di film ini juga menampilkan sosok Dude Harlino yang harus merelakan kepalanya digunduli. “Ini bukti totalitas saya dalam berkarya di bidang seni peran,” tutur Dude menanggapi peran barunya yang berbeda dari peran-peran yang pernah ia lakukan sebelumnya.

Hal lain yang Kang Abik sajikan dalam film ini adalah dipilihnya Masjid Patok Negoro, Pelosok Kuning, Minomantani, Sleman, Yogyakarta, sebagai salah satu lokasi, dengan misi agar masyarakat internasional tahu mengenai masjid klasik khas Jawa ini. “Masjid yang dibangun oleh Sultan Hemengkubuwono I pada tahun 1800-an ini masih khas jawa asli, dengan adanya joglo dan gerbang yang berundak tiga yang melambangkan tiga pilar dalam Islam, yakni Iman, Islam dan Ihsan. Apalagi Masjid Patok Negoro Pelosok Kuning ini termasuk salah satu cagar budaya” ungkap Kang Abik.

Akankah film Dalam Mihrab Cinta sesukses film pendahulunya, Ketika Cinta Bertasbih 1 dan 2 ? Kita tunggu saja film debut dari penulis dan sutradara berbakat Habiburrahman El Shirazy, yang rencananya akan tayang di bioskop-bioskop seluruh Indonesia mulai 23 Desember 2010.




-------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "Reviews Film Dalam Mihrab Cinta (DMC)"

  1. Selalu tertarik dengan film dari novelnya Kang Abik. (waiting mode on)

    Salam ukhuwah

    ReplyDelete