JK: Relokasi Korban Merapi Sulit Dilakukan

Langkah yang mungkin dilakukan adalah relokasi terbatas bagi warga sekitar Merapi.
RABU, 10 NOVEMBER 2010, 01:26 WIB


VIVAnews - Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla memastikan kalau relokasi penduduk yang menjadi korban erupsi Merapi sulit dilakukan. Langkah yang mungkin adalah relokasi terbatas dengan menambah jarak tempat tinggal mereka dari Gunung berapi tersebut.

Menurut JK, relokasi sulit dilakukan karena tidak mudah mencari tempat di Jawa yang sudah sedemikian padat penduduknya. Masukan JK, yang mungkin dilakukan saat ini adalah memindahkan penduduk yang semula jaraknya 5 km menjadi 10 km dari Merapi.

"Untuk relokasi total sangat sulit. Karena tidak mudah mencari tempat di Jawa yang sudah demikian padat penduduknya," kata JK dalam konferensi pers di DPP Lembaga Dakwa Islam Indonesia (LDII) Jalan Patal Senayan, Selasa malam, 9 November 2010.

Menurut JK, program transmigrasi saat ini juga kurang menarik, karena penduduk di lereng Merapi enggan meninggalkan tanah mereka yang subur.

"Kalau mereka tidak mau direloklasi seperti itu, ya pemerintah harus tegas atau harus memaksa mereka demi menyelamatkan nyawa. Ini bila cara persuasif dan edukasi tidak mempan lagi," katanya
Sementara itu,Ketua Umum DPP LDII, Abdullah Syam mengatakan, pemerintah akan mengalami kesulitan untruk memindahkan masyarakat di lereng merapi karena ada keterikatan emosinal. Harus melibatkan tokoh masyarakat jika pemerintah hendak merelokasi terhadap masyarakat di lereng Merapi.

Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "JK: Relokasi Korban Merapi Sulit Dilakukan"

  1. Semoga ada solusi terbaik bagi korban Merapi. Bukan hanya yang banyak kehilangan rumah, harta, dan pekerjaan... mereka yang masih hidup juga banyak yang menderita luka/sakit. Semoga pemerintah bisa bekerja lebih baik.

    Salam ukhuwah

    ReplyDelete