Gunung Merapi Masih Erupsi

Kamis, 11 November 2010, 16:43 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA--Aktivitas Gunung Merapi di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sejak dua hari terakhir ini mengalami penurunan dibandingkan hari sebelumnya. Namun menurut Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Kementerian ESDM, Dr Surono, gunung teraktif di dunia tersebut masih dalam fase erupsi atau letusan.

"Memang agak menurun, tapi ini masih dalam fase erupsi karena awan panas masih terus muncul dan asap masih membumbung tinggi tanda aktivitas magma di dalam Merapi masih besar," ujar Surono, Kamis (11/11). Karena itulah, kata dia, pihaknya masih menyatakan status gunung tersebut di level 4 (awas) dan masih menyatakan bahwa radius aman bencana Merapi di atas 20 kilometer dari puncak gunung itu.

Berdasarkan pengamatan seismik dan visual yang dilakukan pukul 00:00-12:00 WIB, Kamis ini, gunung tersebut masih mengalami erupsi dengan intensitas yang menurun. Penurunan intensitas tersebut terlihat dari guguran material yang terus menurun dari data dua hari sebelumnya dan juga luncuran awan panas yang hanya terjadi sekali selama 12 jam terakhir.

Sedangkan berdasarkan pengalamat visual tim PVMBG, dilaporkan ada suara gemuruh terdengar dengan intensitas lemah dan hujan abu ringan teramati dari pos Ketep pada pukul 02:10 WIB. Hujan abu dengan intensitas tipis-sedang kembali terjadi di Ketep. Asap teramati dengan tinggi 800 m dari puncak Merapi condong ke arah Barat hingga Barat Laut pada pukul 07:15 WIB. Asap berwarna hitam kecoklatan dengan tekanan kuat setinggi 800 m teramati pada pukul 05:00 WIB.Teramati guguran ke arah Kali Gendol dengan jarak luncur 1 km pada pukul 10:35 WIB. 

Dari CCTV yang dipasang di Deles, teramati awanpanas dengan jarak luncur 3 km ke arah Kali Gendol pada pukul 05:20 WIB. Pada pukul 06:26 WIB teramati kolom asap berwarna putih kecoklatan bertekanan kuat setinggi 1500 m.

"Yang kami waspadai selain aktivitas Merapi yang masih tinggi, juga aliran lahar dingin yang sudah mencapai radius 16 Km dari puncak," tambah Surono.

Berdasarkan laporan timnya, secara umum endapan lahar telah teramati di semua sungai yang berhulu di puncak Merapi dari arah tenggara, selatan, barat daya, barat, dan barat laut meliputi, Kali Woro, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, Sat, Lamat,  Senowo, Trising, dan  Apu.

Bahkan lahar di Kali Boyong telah terendapkan di Dusun Kandangan Desa Purwobinangun, Kabupaten Sleman berjarak 16 km dari puncak Merapi. Lahar juga dijumpai di alur Kali Batang yang berjarak 10 km dari puncak Merapi. Karena itulah, kata Surono, pihaknya intensif melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah di bawah lereng Merapi yang daerahnya dilewati aliran kali yang berhulu di gunung tersebut.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Gunung Merapi Masih Erupsi"

Post a Comment