Berita Merapi Terbaru dan Terkini 14 November 2010

Radius bahaya untuk Kabupaten Sleman tetap 20 kilometer. Daerah lain berkurang.
SABTU, 13 NOVEMBER 2010, 23:39 WIB

VIVAnews - Pemerintah merevisi radius kawasan rawan bencana Gunung Merapi dari yang sebelumnya rata 20 kilometer dari puncak gunung menjadi berbeda di sejumlah daerah. Untuk Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, radius berbahaya tetap 20 kilometer.

Revisi ini disampaikan Staf Khusus Presiden bidang Bencana, Andi Arief, melalui akun Twitternya, Sabtu 13 November 2010 malam ini. "Boyolali 10 km, Magelang 15 km, Klaten 10 km, Sleman 20 km," kata Andi.

Meski radius berubah, status Merapi tetap "awas" yang artinya sewaktu-waktu bisa menimbulkan bencana letusan. 

Menurut Andi, perubahan status radius ini berdasarkan fakta luncuran lahar pada erupsi besar terakhir pekan lalu. Boyolali lebih dekat karena terbukti aliran lahar di Kali Apu hanya sampai maksimun 4 kilometer dari puncak.

Sementara di Sleman, lahar di Kali Gendol sampai menjangkau 14 kilometer dari puncak. Di Magelang, Kali Bebeng menampung lahar sampai kilometer 11,5 dan Kali Woro di Klaten sampai kilometer 7.

Sementara itu, Andi menyebutkan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Pemerintah Daerah dan Universitas Gadjah Mada mulai mempersiapkan tahap rekonstruksi dan rehabilitasi. Sementara TNI dan Polri ditugaskan memperlancar jalur logistik ke pengungsi dan membersihkan jalan agar ekonomi lancar.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Berita Merapi Terbaru dan Terkini 14 November 2010"

Post a Comment