Abu Merapi Sampai ke Jakarta?

SENIN, 8 NOVEMBER 2010, 10:47 WIB
"Saking ringannya jadi bisa terbawa angin sampai jauh."


VIVAnews - Sejak akhir pekan lalu sejumlah warga di Jakarta menyebutkan bahwa abu Merapi sudah sampai ibukota. Tapi kabar itu tidak terkonfirmasi. Banyak yang meragukannya, sebab jarak Puncak Merapi dengan Jakarta yang begitu jauh.
Tapi soal terbangnya abu vulkanik itu ke Jakarta, dibenarkan oleh Kepala Subbidang Peringatan Dini Cuaca Ekstrim, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Kukuh Ribudiyanto. Abu yang terbang ke Jakarta itu, katanya, sangat halus sehingga tidak kasat mata dan sama sekali tidak menganggu penerbangan.
"Abu yang terbawa angin sampai ke Jakarta sangat halus bahkan tidak terlalu terpengaruh gravitasi bahkan bisa larut dalam hujan," kata Kukuh kepada VIVAnews di Jakarta, Senin 8 November 2010.

Abu itu  tidak kasat mata. "Saking ringannya bisa terbawa angin sampai jauh," kata dia.

Abu ini bisa terlihat pagi hari di atas mobil yang terparkir di luar atau pada daun-daun yang relatif tenang. "Itupun sangat tipis," kata dia.

Selain itu, dia menjelaskan bahwa abu vulkanik tidak terlalu mempengaruhi cuaca keseluruhan, namun hanya regional. Butiran abu, kata dia, bisa jadi pemicu timbulnya titik-titik air hujan di sekitar Merapi. "Syaratnya kelembaban juga tinggi," kata dia.

Merapi mengeluarkan letusan hebat Jumat dinihari, 5 November lalu. Aliran awan panas dari gunung ini merambah ke pemukiman warga. Sejauh ini 93 orang tercatat tewas karena terkena awan panas atau wedhus gembel. Puluhan lainnya dirawat di rumah sakit karena luka bakar.

Hingga kini, evakuasi pun masih sulit dilakukan karena awan panas masih terus mengalir. Tim SAR tidak mau mengambil resiko berbahaya.

Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "Abu Merapi Sampai ke Jakarta?"

  1. Jauh ya. Semoga tidak sampai mengganggu aktifitas di ibu kota.

    Salam ukhuwah

    ReplyDelete