INTERAKSI EDUKATIF

Pengertian Interaksi Edukatif
Interaksi akan selalu berkait dengan istilah komunikasi atau hubungan dalam proses komunikasi, dikenal adanya unsur komunikan dan komunikator, hubungan antara komunikator dan komunikan biasanya karena mengintegrasikan sesuatu yang dikenal dengan istilah pesan (message) kemudian untuk menyampaikan pesan itu diperlukan adanya media atau saluran, jadi unsur-unsur yang terlibat dalam komunikasi itu adalah komunikator, komunikan, pesan dan saluran atau media begitu juga hubungan antara manusia satu dengan manusia lainnya empat usur terjadinya proses komunikasi itu akan selalu ada.

Dilihat dari istilah komunikasi yang berpangkal pada perkataan communicare berarti berpartisipasi, memberitahukan, menjadi milik bersama dengan demikian secara konseptual arti komunikasi itu sendiri sudah mengandung pengertian memberitahukan berita, pengetahuan, pikiran-pikiran nilai-nilai yang dimaksud untuk menggugah partisipasi agar hal yang diberitahukan itu menjadi milik bersama.

Kalau dihubungkan dengan istilah interaksi edukatif sebernarnya komunikasi timbal balik antara pihak yang satu dengan pihak yang lain, sudah mengandung maksud-maksud tertentu yakni untuk mencapai pengertian bersama yang kemudian untuk mencapai tujuan (dalam kegiatan belajar berarti untuk mencapai tujuan belajar). Memang dalam berbagai bentuk komunikasi yang sekedarnya mungkin tidak direncanakan sehingga tidak jelas arah dan tujuannya, hal inilah yang kadang-kadang sulit dikatakan sebagai interaksi edukatif, dan ini banyak terjadi dalam kehidupan manusia.

Dengan demikian interaksi yang dikatakan sebagai interaksi edukatif adalah apabila secara sadar mempunyai tujuan untuk mendidik, untuk mengantarkan anak didik kearah dewasaannya. Selain itu menurut Syaiful Bahri Djamarah, interaksi edukatif juga diartikan interaksi yang dengan sadar meletakkan tujuan untuk mengubah tingkah laku dan perbuatan seseorang, interaksi yang bernilai pendidikan ini dalam dunia pendidikan disebut sebagai interaksi edukatif.

Dengan konsep yang diterangkan diatas memunculkan istilah guru disatu pihak dan murid dipihak lain, keduanya berada dalam interaksi edukatif dengan posisi, tugas dan tanggung jawab berbeda namun bersama-sama mencapai tujuan. Guru bertanggung jawab untuk mengantarkan anak didik kearah kedewasaan susila yang cakap dengan memberikan sejumlah ilmu pengetahuan dan membimbingnya, sedangkan anak didik berusaha untuk mencapai tujuan itu dengan bentuan dan pembinaan dari guru.

Interaksi edukatif harus menggambarkan hubungan aktif dua arah dengan sejumlah pengetahuan sebagai mediumnya, sehingga interaksi itu merupakan hubungan yang bermakna dan kreatif. Semua unsur interaksi harus berproses dalam ikatan tujuan pendidikan, karena itu, interaksi edukatif adalah sesuatu gambaran hubungan aktif dua arah antara guru dan anak didik yang berlangsung dalam ikatan tujuan pendidikan.
Proses interaksi edukatif adalah suatu proses yang mengandung sejumlah norma, semua norma itulah yang harus guru transfer kepada anak didik, karena itu wajarlah bila interaksi edukatif tidak berproses dalam kehampaan, tetapi dalam penuh makna, interaksi edukatif sebagai jembatan yang menghidupkan persenyawaan antara pengetahuan dan perbuatan, yang mengantarkan kepada tingkah laku sesuai dengan pengetahuan yang diterima anak didik.

Dengan demikian dapat dipahami bahwa interaksi edukatif adalah hubungan dua arah antara guru dan anak didik dengan sejumlah norma sebagai mediumnya untuk mencapai tujuan pendidikan.

------------------
Sumber referensi :
  • Sardiman AM, Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar (Jakarta: Raja Grafindo, 2000)
  • Syaiful Bahri Djamarah, Guru dan anak didik dalam interaksi edukatif  (Jakarta: Rineka Cipta, 2000)
  • Abu Ahmadi dan Shuyadi, Psikologi Belajar (Jakarta: Rineka Cipta, 1985)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "INTERAKSI EDUKATIF"

Post a Comment