Zakat Fitrah

Pengertian Zakat Fitrah adalah zakat yang harus dikeluarkan dari oleh setiap muslim, sehubungan dengan bulan Ramadhan.

Para ulama bersepakat bahwa zakat fitrah hukumnya wajib bagi setiap individu berdasarkan hadis Ibnu Umar ra yang berkata, "Rasulullah SAW  mewajibkan zakat fitrah pada bulan Ramadhan satu sha' kurma atau satu sha' gandum kepada setiap orang yang merdeka, hamba sahaya, laki-laki maupun perempuan" (HR. Bukhari Muslim).

Karena hukumnya wajib pada setiap Muslim, maka semua orang yang berada dalam tanggungannya wajib dikeluarkan zakat fitrahnya. Mulai dari hamba sahayanya, anak-anak, istri, pembantu, atau siapa saja yang menjadi tanggungannya. Artinya, siapapun dia, selama seseorang itu beragama Islam, sudah baligh atau belum dewasa, maka baginya tetap diwajibkan untuk mengeluarkan zakat fitrah.

Haruskah Janin Dibayarkan Zakat Fitrahnya?
Lalu, bagaimana dengan janin yang berada dalam kandungan, wajibkah atasnya zakat fitrah? Dalam hal ini terjadi perbedaan pendapat di kalangan ulama. Namun, jumhur fuqaha (ahli fikih) berpendapat, zakat fitrah tidak diwajibkan bagi janin.


Besarnya ukuran Zakat Fitrah yang wajib dikeluarkan itu sebesar satu sha' atau sekitar 2,5-3 kilogram (kilo gram) per orang. Dan kalau dikonversi ke dalam uang rupiah, nilainya sekitar Rp 18.000-Rp30.000 per orang, tergantung harga berasnya.

Orang yang berhak menerima Zakat Fitrah  
Menurut pendapat yang lebih kuat (insya Allah), bahwa yang berhak menerima zakat fitrah hanyalah fakir dan miskin, tidak termasuk ke delapan golongan penerima zakat mal. Jadi, tidak boleh memberikan zakat fitrah untuk pembangunan masjid, kepada musafir, gharimin, mu`allaf dan lain sebagainya.

Ini berlandaskan tekstual perintah dan hikmah pensyariatan zakat fitrah itu sendiri di mana Rasulullah SAW mengatakan, (طُعْمَةً لِلْمَسَاكِيْن) (sebagai pemberian makan kepada orang miskin). Kalau diberikan kepada fi sabilillah misalnya, berarti bukan memberi makan orang miskin dan itu menyalahi hikmah pensyariatan yang sudah ditetapkan Nabi SAW.

Dengan demikian, tidak ada istilah amil untuk zakat fitrah, yang ada hanyalah panitia yang berstatus sebagai wakil. Artinya, panitia zakat fitrah tidak berhak mengambil bagian dari zakat fitrah kecuali kalau dia orang miskin.


Waktu Pembayaran Zakat Fitrah
Waktu wajib membayar zakat fitrah pada asalnya adalah sewaktu matahari terbenam pada malam hari raya Idul Fitri. Tetapi tidak ada larangan apabila membayarnya sebelum waktu tersebut, asalkan masih dalam hitungan bulan Ramadhan.



Sumber :
- http://alponti.multiply.com/journal/item/40
- Buku Panduan Zakat Dompet Dhuafa

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Zakat Fitrah"

Post a Comment